Mereka menyatakan diri kembali ke NKRI, dan siap secara bersama-sama membangun Papua.
Aburizal menyatakan sangat gembira dan menyambut baik hal itu. Ia pun mengaku secara pribadi sangat mencintai dan mengagumi Papua. Pengalamannya beberapa kali mengunjungi Papua selama menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat telah menggugah kesadarannya bahwa permasalahan Papua tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan kekerasan/militer, melainkan dengan pendekatan kesejahteraan.
“Papua, terutama di daerah-daerah pegunungan, harus disejahterakan, dibangun jalan raya, ditingkatkan pendidikan dan kesehatannya. Bukan dengan pendekatan militer,” kata Aburizal.
Hal tersebut, ungkapnya, telah berulang kali disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya sering katakan kepada Presiden, Papua tidak mau merdeka, Papua ingin sejahtera. Maka, jangan gunakan pendekatan militer, tetapi pendekatan kesejahteraan.”
Aburizal berjanji kepada Alex dan sejumlah aktivis Papua lainnya, bahwa seluruh aspirasi tersebut akan diperjuangkan, melalui Fraksi Partai Golkar di DPR maupun melalui Sekretariat Gabungan partai politik pendukung pemerintah. “Bapak (Alex), saya janji –dan janji saya ini tentu disaksikan Tuhan dan kami semua yang ada di sini– saya akan memperjuangkannya dengan seluruh kekuatan saya. Saya janji.” (Laporan Arief Ulyanov)
• VIVAnews





