Hal tersebut dikatakannya pada acara ‘Orientasi Fungsionaris Pusat Partai Golkar Tahun 2012′ di DPP Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Jakarta Barat, Sabtu (11/2/2012).
Akibat intrik tersebut maka perdebatan konsep kebangsaan politisi terkubur dalam-dalam. Akhirnya yang nampak adalah persepsi politisi sebagai sumber masalah di Indonesia.
“Perdebatan koseptual tentang cita-cita luhur kebangsaan dalam ruang publik justru tenggelam oleh berita buruk perilaku politis. Akhirnya oleh masyarakat politisi sebagai pihak yang menyebabkan persoalan. Politisi merupakan bagian dari masalah dan dianggap sebagai pihak yang mampu menyelesaikan masalah,” papar Ical dengan berapi-api.
Ditambah lagi dengan anomali politisi dengan rakyat semakin jauh. Saat ini politisi berusaha mengeruk kesempatan untuk kentingannya sendiri. Tetapi melupakan orang yang diwakilinya, rakyat.
“Sebagai pengurus dan kader partai politik kita prihatin dengan realitas yang demikian,” kata orang terkaya ke-30 di Indonesia ini.





